Pria itu kini benar-benar tak kuasa menahan asanya
Air
matanya tumpah Semua rasa sakit melebur
Dalam
hangatnya butiran2 lembut air matanya
Tak ada
satupun kata2nya yang mampu mewakili rasanya saat ini
Kepedihan
yang entah dari mana kembali muncul
Menemani
malam2 dinginnya
Air
matanya menceritakan semuanya
Kepedihan
dan rasa sakit yang dia pikul
Bersama
dunia dia tersenyum
Menyembunyikan
kesedihan dibalik senyum palsu
Dia
benar-benar takut jika dunia meninggalkannya Sendiri,,
Menggigil
kedinginan Meratapi rasa pilu yang ia hadapi Sendiri,,,,,,
Melewati
mimpi-mimpi buruknya Setiap malam dan selalu sama
Dan dia
kini membenci malam
Malam
selalu hadirkan rasa pilu di hatinya
Selalu
dan selalu
Jadikan dia menggigil kesepian
Di
sudut sempit kamar tidurnya
Sendiri
dan selalu sendiri
Hatinya
menangis
Tak
kuasa menahan rasa pedihnya
Beban
berat yang ia pikul
Di atas
bahu kurusnya
Dan
sekali lagi,,,
Air
mata yang dapat menceritakan
Semua
rasa yang ia rasakan
Air
mata dan selalu air mata
Selalu
jujur mengisahkan Kisah pedihnya
Semarang,
3 Agustus 2013
Muhammad Aunur Rofiq